SNSD

SNSD

Jumat, 13 Januari 2012

DREAM HIGH 2
Author : Baek Shin Yang

Seoul, 2018

Hye Mi menatap sebuah foto di dompetnya dalam-dalam. Foto yang menampakkan seorang pemuda berseragam coklat putih dengan sebuah senyum simpul di kedua ujung bibirnya. Gadis itu lalu memeluknya erat, seraya mengambil sebuah gantungan berbentuk hati di hadapannya.
***
New York, 2018

Seorang wartawan kembali mengajukan pertanyaan pada K. “ Have you ever imagine if you’ll be a big star just like now? “ Sang wartawan lalu duduk, menunggu jawaban dari K. K tersenyum. “ No, I haven’t before. Since I have no ways to be a star,so it could be impossible for me. But one time I did, because of someone.” K menggenggam erat kalung berbentuk lingkaran dengan huruf ‘K’ di lehernya. Pemuda itu tampak sedang memutar kembali memorinya. Tiba-tiba managernya berbisik, “ K, kita harus cepat kalau kau ingin pulang tepat waktu seperti yang kau rencanakan.” Sang manager lalu mundur. Sam Dong mengangguk. Rupanya pertanyaan tadi adalah pertanyaan terakhir yang dijawabnya. Ia lalu memohon diri untuk mengakhiri wawancara hari itu.
***
Sam Dong memejamkan matanya. Ia lalu mendekatkan sebuah garpu tala ke telinganya. “ Ini sudah delapan tahun. Neo otteokehdwae? “ Ucapnya lirih. “ Sebentar lagi kita akan sampai di bandara Incheon.” Kata-kata sang manager membuat Sam Dong membuka matanya. Seketika itu senyum Sam Dong mengembang. “ Hye Mi-ah, nawasseoyeo…”
***
Tepuk tangan penonton semakin meriah saat musik mengalun. Hye Mi menarik nafas panjang. Dan iapun mulai menyanyi.
“ There’s a song that’s inside of my soul
It’s the one that I’ve tried to write over and over again
I’m awake in the infinite cold
Would you sing to me over and over and over again… “

***
Konser selesai. Hye Mi membersihkan riasan make up-nya di depan cermin. Tiba- tiba ia terdiam, saat melihat butiran salju turun indah di luar jendela. Hye Mi kembali teringat akan kenangannya dengan Sam Dong. Saat pertama kali Sam Dong mendengar nyanyiannya di saat salju turun delapan tahun yang lalu. “ Kapan kau akan pulang, pemuda desa? “ Hye Mi tersenyum, merasa kini panggilan itu sudah tak pantas lagi untuk Sam Dong. Ya, tentu saja. Kini pemuda itu telah menjadi seorang bintang besar di luar sana. Sam Dong telah menepati janjinya.
***
Kepulangan Sam Dong ke Seoul sebenarnya masih dirahasiakan oleh pihak managementnya dari publik. Sang manager, tuan Kim, sengaja memberikan kebebasan pada Sam Dong selama empat hari untuk menemui ibu, guru, dan teman-teman lamanya. Dan sesuai rencana, kedatangannya baru akan diumumkan empat hari kemudian.
***
Handphone Guru Kang berbunyi. “ Yeobeosseo!” Guru Kang tampak sedikit bingung karena nomor yang sedang menelponnya tidak terdaftar. Beberapa saat kemudian Guru Kang melonjak gembira dan berlari ke ruang rias.
“Hye Mi-ah, tebak kabar apa yang baru kudapatkan!” Guru Kang berlari ke arah Hye Mi yang sedang memandang ke luar jendela. “ Saengmyung, kau mengagetkanku saja. Waeyeo? ” Hye Mi kembali membersihkan make up diwajahnya. “ Sam Dong, sebentar lagi dia pulang ke rumah! “ Guru kang berlonjak. Hye Mi terkejut, matanya kini membelalak lebar. Hye Mi sama sekali tak berkutik lagi. Guru Kang melihatnya panik. “ Hye Mi-ah, neo waegeurae? Gwenchanayeo?“ Lalu secepat kilat Hye Mi menatap Guru Kang. “ Aku akan pulang sekarang juga! “ Hye Mi berbalik ke cermin dan kini ia justru mempertebal riasan make up-nya. Ia merapikan baju, rambut, dan menyempurnakan penampilannya. Hye Mi pun tersenyum lebar di depan cermin dan mengambil tasnya keluar. “ Aku tau kau akan datang.”
***
Sam Dong telah sampai di bandara Incheon. Sesuai rencana, tuan Kim baru akan menjemputnya empat hari lagi. Saat Sam Dong keluar dari bandara, tak satupun wartawan yang datang. Tentu saja, karena kedatangannya masih belum sedikitpun bocor kepada pihak wartawan. Lagipula kalaupun ada wartawan, pasti wartawan itu tak bakal mengetahui kalau itu adalah K. Maklum saja, Sam Dong kini tengah dalam penyamaran. Dengan baju hitam, syal, dan topi yang juga hitam. Dan tak hanya dirinya, tuan Kim pun juga tengah menjalani penyamarannya . Beliau tentu saja memakai pakaian seperti seorang nelayan, dengan jaket tebal namun berkacamata. Staff - staff lain EMG pun juga sama. Mereka semua memakai jaket tebal. Setelah itu tuan Kim menyerahkan kunci mobil pada Sam Dong. Dari bandara Sam Dong pergi menuju ke rumah guru Kang sendirian dengan mobil yang telah disiapkan tuan Kim. Sementara tuan Kim dan staff EMG yang lain pulang ke kantor agency mereka.
***
Mobil Sam Dong terparkir mulus di depan rumah guru Kang. Namun dilihatnya rumah itu masih sepi. Sam Dong keluar dari dalam mobil. Ia lalu mengamati rumah yang telah banyak menyimpan kenangan baginya itu. Tak banyak yang berubah, masih sedikit seperti dulu. Hanya pintu gerbang dan eksteriornya yang sedikit diubah. Tiba-tiba mobil berwarna putih datang. Sam Dong menoleh kearah mobil itu. Dan, keluarlah Hye Mi. Hye Mi terpaku saat melihat Sam Dong, begitu pula sebaliknya. Keduanya saling diam berpandangan beberapa saat. “ Hye Mi-ah, nawasseoyeo.” Sam Dong tersenyum bahagia. Namun Hye Mi tetap mematung sambil perlahan menitikkan air mata. “ Neo, nan pogoshippeo anijyeo? “ tanya Sam Dong kemudian karena melihat Hye Mi sama sekali tak bereaksi apapun. Tas Hye Mi terjatuh. Dan secepat kilat Hye Mi berlari, melesat ke arah Sam Dong dan memeluknya. Sam Dong menyambut pelukan Hye Mi. “ Neo Jugeulhae? Bisa-bisanya kau bertanya begitu padaku. Bagaimana bisa aku tak merindukanmu! “ Air mata Hye Mi mengalir deras. Sam Dong tersenyum. “Hya~, beginikah ekspresimu saat merindukan seseorang? “ Hye Mi buru-buru melepaskan pelukannya. “ Kutarik kembali ucapanku tadi!” Hye Mi terlihat kesal. Sam Dong hanya tertawa lebar. Tiba- tiba guru Kang datang. “ Jangan bilang kalau kalian berdua pacaran di rumahku! “ ucap guru Kang sambil tertawa. Hye Mi sedikit menjauhi Sam Dong dan cepat-cepat ia menyeka air matanya.
“ Seungsaeng, bukannya itu kata-kata dari noona guru? “ tanya Sam Dong. Diam- diam tangan Sam Dong merangkul pundak Hye Mi. Hye Mi salah tingkah. “ Sekarang kata-kata itu diwariskan padaku! “ Guru Kang mendekati mereka berdua. Ketiganya tertawa bersamaan.
***
Merekapun masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Nyonya Kang ( Guru Shi Kyung Jin) dan Hye Sung yang sedang menggendong Kang Min Hee ( Anak guru Kang dan Guru Shi ). Lalu beberapa saat kemudian Jason, Pil Suk, dan Baek Hee datang dan mereka berkumpul bersama. “ Saengmyung, tapi kenapa aku tidak melihat Jin Gook? “ Tanya Sam Dong saat menyadari hanya Jin Gook yang tidak datang. “ Ah, kemarin dia sudah pulang ke Seoul. Tapi dia pergi lagi ke Jepang untuk syuting sebuah iklan. Entah kapan dia akan kembali ke Seoul lagi.” Jawab guru Kang kemudian. Selepas itu Sam Dong, Hye Mi dan anggota Dream High lainnya kembali bernostalgia satu sama lain. Mereka juga meminta Sam Dong menceritakan kisah perjalanannya selama di Amerika. Sementara Nyonya Kang menghidangkan berbagai macam makanan lezat untuk mereka semua.

***

Sam Dong berdiri menatap langit yang penuh bintang. Kini ia sedang berada di balkon rumah guru Kang. “ Wah, bintang di Seoul sudah semakin banyak sekarang.” Sam Dong teringat saat pertama kali dirinya datang ke Seoul. Waktu itu dirinya masih seorang pemuda desa yang polos. Sam Dong perlahan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sakunya. Ia lalu membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah cincin berwarna perak yang indah. Sam Dong lalu memperhatikannya dan menghela napas. Tiba- tiba pintu balkon di buka. Dan muncul Hye Mi dari balik pintu. Sam Dong sontak menutup kotak kecil itu dan memasukkannya kembali ke saku celananya.“ Hye Mi-ah, kau belum tidur? “ Hye Mi mengangguk. “ Neodo? Kenapa kau bisa ada di sini? “ Hye Mi mendekat dan berdiri di samping Sam Dong.” Aku tidak bisa tidur. “ jawab Sam Dong. Hye Mi diam, begitu juga Sam Dong. “ Bagaimana kehidupanmu di sini? “ Sam Dong memulai pembicaraan. “ Gwenchana, sekarang aku sudah bisa mewujudkan impianku. Hutang ayah juga sudah lunas. Kau sendiri, bagaimana telingamu? “ Hye Mi balik bertanya. “Meski belum bisa sembuh total, tapi aku sudah menjalani banyak terapi di Amerika. Hasilnya lumayan, dan juga aku punya alat bantu pendengaran. “ Sam Dong memperlihatkan alat bantu pendengaran yang dipakai di telinga kirinya. “ kuraeyeo, itu artinya kehidupanmu baik- baik saja di sana. “ Hye Mi mengangguk-angguk pelan. “ Aniya. Menjadi yang nomor satu, aku kesepian. Dan lagi, musikku tak ada di sampingku.” Hye Mi terkejut saat mendengarnya. Ia kembali teringat ucapan Sam Dong delapan tahun lalu. “ Tapi tanpa musikmu-pun kau bisa jadi sehebat ini.” Sam Dong mengeluarkan kalung dengan huruf ‘K’ miliknya. “ Itu karena aku punya ini.” Hye Mi memperhatikan kalung itu. “ Hye Mi-ah, apa sampai sekarang kau masih juga khawatir padaku? “ Itu adalah sebuah pertanyaan yang telah lama dan berulang kali Sam Dong tanyakan pada Hye Mi. Namun selama itu juga Hye Mi masih belum pernah sekalipun memberikan jawaban yang Sam Dong harapkan. Hingga sampai saat ini, Sam Dong menanyakannya kembali. Dan Berharap jawaban yang akan didapatnya akan berubah. Namun kali ini tetap saja sama. “ Aaa, Sam Dong-ah. Aku mengantuk, aku tidur dulu. Jal ja!“ Hye Mi lalu beranjak pergi. Sam Dong terdiam. Wajahnya menunjukkan kekecewaan. Ia tetap terdiam sampai akhirnya Hye Mi hilang di balik pintu. Sam Dong lalu berbalik, kembali menatap bintang di langit. Ia lalu mengeluarkan lagi kotak kecil tadi. Sam Dong menggenggam kotak itu erat.
***
Keesokan paginya seluruh penghuni rumah guru Kang sarapan bersama. Nyonya Kang sibuk mengambilkan makanan ke piring guru Kang. Sementara Hye Sung juga sedang sibuk sendiri dengan Kang Min Hee. Lain dengan Sam Dong dan Hye Mi. Keduanya yang duduk bersebelahan sama sekali tak saling bicara bahkan melihat. Hye Mi terlihat tergesa- gesa menghabiskan makanannya, sementara Sam Dong menikmati makanannya pelan-pelan sambil menunduk. Wajahnya kelihatan murung. Guru Kang menatap mereka berdua aneh. “ Hya~, ada apa dengan kalian berdua? Tidak biasanya kalian berdua diam begini. Ada masalah apa? “ Nyonya Kang dan Hye Sung kini juga menatap mereka berdua aneh. “ Ani, eobsseoyeo. Aku hanya merasa sedikit capek setelah pulang dari Amerika.“ Sam Dong lalu meletakkan sumpitnya. “ Aku sudah selesai makan. “ Sam Dong lalu berdiri dan berjalan ke kamarnya.
“ Hya~, ada apa dengan bocah itu? “ Guru Kang memasukkan Golbanggee ke mulutnya sambil menatap Sam Dong heran. Hye Mi melihat Sam Dong gelisah. Gadis itupun kini juga meletakkan sumpitnya. “ Aku juga sudah selesai. “ Nyonya Kang bermaksud untuk mengambil piring Hye Mi dan mencucinya, namun tangannya dihentikan oleh Hye Mi. “ Gwenchana, biar aku yang cuci sendiri. “ Nyonya Kang mengangguk. Hye Mi mengambilnya dan berjalan ke dapur. “ Sepertinya memang terjadi masalah diantara mereka berudua. “ Nyonya Kang berbisik pada suaminya. Guru Kang mengangguk setuju.
***
Malam itu guru Kang menerima sebuah telepon. Saat itu Sam Dong dan Hye Sung sedang menikmati makan malam mereka di ruang makan. Sementara Hye Mi duduk meringsut di depan TV. Dan Nyonya Kang masih berada di Kirin. “ Hya~, sebentar lagi Jin Gook pulang kemari! “ Guru Kang berlari ke ruang tengah dan berteriak-teriak untuk memberi tahu semuanya.” Jin Gook oppa? “ Hye Sung melonjak kegirangan. Guru Kang mengangguk. “ Apa dia akan tiba malam ini juga? “ Sam Dong cepat-cepat menelan makanannya. Guru Kang mengangguk-angguk lagi. Namun Hye Mi hanya diam dan enggan berkomentar. Selepas itu, Hye Mi beranjak. “ Aisshh, ada apa lagi dengan gadis itu? “ Guru Kang menyenggol lengan Sam Dong. Sam Dong menggeleng pelan dan pergi.
***
Tok Tok Tok!!!
Pintu rumah guru Kang diketuk. Sesaat kemudian guru Kang membuka pintu, dan ditemukannya Jin Gook di balik pintu itu. “ Gook-ah! “ Guru Kang memeluk Jin Gook. Jin Gook memberi salam pada guru Kang. “ Annyeonghaseyo, Seungsaem! “ Jin Gook menundukkan kepalanya sopan. Guru Kang mengajak Jin Gook masuk. Namun tiba-tiba mereka berhenti karena seorang pria dari luar berteriak. “ Hya~, kau tidak bisa melihat aku ada di sini? “ Direktur Ma muncul dari belakang Jin Gook dengan wajah kesal. Rupanya Guru Kang terlalu senang dengan kedatangan Jin Gook sampai-sampai melupakan kehadiran sang manager. “ Hahaha, Jjeoseonghamnida, direktur Ma. Joha, ayo kita semua masuk! “ Mereka semua masuk ke dalam. Di dalam, Hye Mi yang baru saja keluar dari kamarnya tak sengaja melihat kepulangan Jin Gook. Begitu melihat Hye Mi, Jin Gook langsung menghampirinya. “ Hye Mi-ah, bagaimana kabarmu?” Jin Gook terlihat sangat antusias dapat bertemu kembali dengan Hye Mi. “ Aku baik, kau?” Hye Mi hanya menjawabnya pelan.Saat itu Sam Dong terdengar turun dari tangga. Lalu ia datang dengan sebuah senyum lebar. “Gook-ah, apa kabarmu? Sudah lama tidak bertemu kau!” Sam Dong memeluk dan menepuk-nepuk pundak Jin Gook. “ Hya~, sekarang pemuda kampung ini sudah bisa bicara aksen Seoul. Hahaha.. ke mana aksenmu yang dulu? “ Jin Gook terkekeh. Sementara Sam Dong terlihat kesal. “ Hey, I’m a K right now! “ “ Ahh, arasseo, arasseo! Kau adalah K Si Nomor Satu. ” Jin Gook tertawa lebar. Diam-Diam Hye Mi melihat ke arah dua namja itu.
***
Pagi itu Sam Dong telah berpakaian rapi. “ Mau ke mana kau? “ tanya guru Kang saat melihat Sam Dong. “ Aku akan mengunjungi ibuku di desa. “ Sam Dong memakai mantel tebalnya dan bersiap untuk pergi. Saat itu Hye Mi keluar dari kamarnya dan juga melihat Sam Dong. “ Kenapa tak kau ajak saja Hye Mi bersamamu? “ Guru Kang menengok kearah Hye Mi yang kini sedang berjalan ke dapur. “ aniyeo, dia pasti tidak akan mau ikut denganku ke desa. “ kata Sam Dong. Dari dapur Hye Mi masih bisa mendengar percakapan mereka. “ Ahh, mana mungkin begitu. Pasti Hye Mi mau ikut. Kurae, Hye Mi-ah? “ Guru Kang melihat ke arah dapur dan menatap Hye Mi. “ ou, lebih baik kau ikut dengan Sam Dong saja. Apa kau tidak ingin menemui ibunya Sam Dong? “ Nyonya Kang juga sependapat. Sam Dong hanya diam dan menunggu jawaban Hye Mi. “ Siapa yang bilang aku akan ikut! “ Hye Mi mencoba menolak. “ Ahh, sudahlah. Yang jelas kau harus ikut dengannya! “ Guru Kang lalu pergi. Kali ini Hye Mi tidak bisa menolaknya lagi. “ Kalau kau memang benar mau ikut, aku akan menunggumu di luar. “ Sam Dong baru akan ke luar. Tapi tiba-tiba Nyonya Kang menghentikannya. “ Bukankah bahaya kalau kalian keluar dengan pakaian begitu? Semuanya pasti akan tau kalau kalian adalah K dan Go Hye Mi.” Nyonya Kang tersenyum. Sam Dong dan Hye Mi akhirnya masuk dan mengganti pakaian mereka. Saat keduanya masuk, guru Kang datang menghampiri istrinya. “ Kurasa dengan begitu mereka akan kembali berbaikan.” Nyonya Kang mengangguk setuju.
***

Selama perjalanan ke desa, Sam Dong dan Hye Mi hanya diam satu sama lain. Sam Dong tetap menyetir dan Hye Mi entah apa yang sedang ia kerjakan. Hanya menatap lurus ke depan tanpa ekspresi. Keduanya kini tengah dalam penyamaran. Tentu saja dengan jaket tebal, syal, dan topi untuk menghindari sorotan publik. Setelah dua jam perjalanan, akhirnya sampailah mereka di desa. Saat mobil telah berhenti di depan rumah ibu Sam Dong, Sam Dong keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu Hye Mi. Setelah itu Sam Dong mengulurkan tangan kanannya. “ kajja! “ Ucap Sam Dong polos. “ Aku bisa jalan sendiri. “ Hye Mi lalu keluar. Sementara Sam Dong menggaruk-garuk kepalanya. Mereka lalu mendekati pintu rumah ibu Sam Dong.
Tok Tok Tok!!! Sam Dong mengetuk pintu rumahnya. Dan pintupun dibuka. Terlihat Ibu Sam Dong keluar dari balik pintu. Melihat seorang pemuda aneh memakai pakaian tebal dan topi yang menutupi wajahnya, ibu Sam Dong sempat tak mengenali putranya. Hingga akhirnya Sam Dong membuka topinya dan memperlihatkan wajahnya. “ Eomma, ini aku, Sam Dong anak ibu. “ Ibunya lalu memeluknya sambil diiringi tangis haru. Hye Mi melihat kejadian itu dan tersenyum. “Eomma, aku membawa seseorang. “ Sam Dong lalu memanggil Hye Mi yang sedari tadi berada di belakangnya. “ Annyeonghaseyeo eomonnie? “ Hye Mi menunduk memberikan salam. Wajah ibu Sam Dong seketika cerah. “ Hye Mi, kau semakin yeppeo saja. Kajja, kalian berdua, cepat masuk! “ Sang ibu lalu buru-buru mengajak mereka masuk ke dalam rumah.
***
“ Bagaimana hubungan kalian sekarang? “ Ibu Sam Dong menuangkan minuman ke gelas Hye Mi dan Sam Dong. Hye Mi melotot, Sam Dong tersenyum kecut. “ Soal itu.. Ba… baik. Tentu saja baik. kurae, Hye Mi-ah? “ Sam Dong memberi isyarat pada Hye Mi dengan sebuah tatapan. “ Nae, te..tentu saja. Gwenchaseumnida. “ Hye Mi menunjukkan senyum palsunya. Ibu Sam Dong lalu tersenyum puas. “ Kuraeyeo. Memang seharusnya begitu.” Sam Dong dan Hye Mi hanya mengangguk-anguk. Setelah itu ibu Sam Dong bertanya macam-macam tentang kehidupan anaknya selama di Amerika. Akhirnya setelah cukup lama berada di rumah Ibu Sam Dong mereka berdua memutuskan untuk pulang. “ Lho, kenapa terburu-buru sekali? Ini kan masih siang?” Ibunya mencoba mencegah saat Sam Dong dan Hye Mi hendak pergi. Sam Dong dan Hye Mi hanya bisa tersenyum. “ Ahh, aku baru ingat! Di seberang sungai sana sekarang sudah dibangun sebuah taman bermain yang besar. Apa kalian tidak mau pergi ke sana dulu?” Sam Dong dan Hye Mi terlihat berpikir. “ Baik, kami akan pergi! “ Sam Dong lalu memakai topinya dan menarik tangan Hye Mi keluar. Hye Mi buru-buru memberi salam pada ibu Sam Dong. Ibu Sam Dong hanya melihat keduanya sambil tersenyum dari kejauhan.
***
Sam Dong memang sengaja meninggalkan mobilnya di rumah ibunya dan memilih untuk berjalan sampai ke taman bermain karena tidak ingin kalau dirinya dan Hye Mi akan kembali diam satu sama lain sama seperti saat di dalam mobilnya pagi tadi. Akhirnya setelah berjalan beberapa menit, Sam Dong dan Hye Mi sampai di taman bermain itu. Benar saja, taman bermain itu memang besar, tak kalah dengan taman bermain yang ada di Seoul. Bahkan pengunjungnyapun juga banyak. “ Hye Mi, kau tunggu dulu di sini. Biar aku yang beli tiketnya.” Hye Mi mengangguk, Sam Dong lalu meninggalkannya menuju ke loket. Sementara Sam Dong pergi, Hye Mi melihat sekelilingnya. Matanya pun berhenti pada sebuah bianglala yang sedang berputar. Hye Mi tak henti-hentinya melihat benda itu dan mulai berjalan mendekatinya. Tiba-tiba Hye Mi tak sengaja menabrak seorang pria hingga minuman yang dibawa pria itu menumpahi baju pria itu. “Hya aghassi~, pakai matamu kalau sedang berjalan! Gara-gara kau minumanku tumpah dan bajuku jadi kotor! “ Pria itu marah-marah. “joesonghamnida “ Si pria terlihat semakin jengkel. “ Hya~ Apa kau sedang minta maaf? Ekspresimu itu seperti sedang meremehkanku! “ Pria itu mengangkat tangannya, hendak memukul Hye Mi. Tiba-tiba Sam Dong datang dan menahan tangan pria itu. “ Singkirkan tanganmu! “ Sam Dong lalu melemparkan tangan pria itu dengan kasar. “ Wae? Mau apa kau ikut campur,hah? “ Si Pria merenggut kerah baju Sam Dong. “ Bukannya dia sudah minta maaf? Apa lagi yang kau tuntut darinya? “ Si Pria tertawa. “ Haha.. itukah yang namanya minta maaf? Dengan wajah seperti itu? Bilang pada pacarmu ini, dia itu cuma orang bodoh yang bahkan minta maafpun tidak bisa!” Perkataan pria itu membuat Sam Dong marah dan balik merenggut kerah baju pria itu. “ Ya~, jadi kau mengajakku berkelahi,hah? “ Si Pria lalu mendorong Sam Dong. Hye Mi mencoba menghentikan mereka berdua, namun kini Si Pria telah melayangkan tinjunya ke arah Sam Dong. Sam Dong terpelanting dan Topinya terjatuh.“ Berhentiii!! “ Hye Mi memekik keras. Membuat semua orang melihat kearahnya termasuk si Pria yang baru saja memukul Sam Dong. Sam Dong akhirnya bangun dan hendak membalas pria itu, namun pria itu kini justru kaget dan berteriak saat melihat wajah Sam Dong. “ K ? Di sini ada K! “ Orang- orang terlihat kaget dan segera berduyun duyun datang ke arah Sam Dong dan Hye Mi sambil berteriak-teriak. Sam Dong dan Hye Mi mulai panik. Akhirnya tanpa pikir panjang, Sam Dong memungut topinya dan menarik tangan Hye Mi untuk melancarkan jurus kaki seribu mereka. Keduanya cepat-cepat berlari keluar dari taman bermain itu. Sementara Si pria terlihat masih tak percaya bahwa dirinya baru saja bertemu dengan K, Si Bintang Nomor Satu.
***
“ Hye Mi-ah, neo gwenchana? “ Sam Dong melihat Hye Mi khawatir. Hye Mi menatap Sam Dong kesal namun dengan mata sedikit berkaca-kaca.“ Neo baboyeo! Seharusnya aku yang bertanya begitu. Kenapa tadi kau berbuat begitu? Lihat sekarang dirimu! “ Hye Mi lalu berbalik dan berjalan mendahului Sam Dong untuk menyembunyikan wajahnya yang mulai sembab. “ Keundae, aku harus bagaimana? Membiarkanmu seperti itu? “ Sam Dong menghentikan langkahnya. “ Hye Mi-ah! “ Hye Mi masih terlihat kesal pada Sam Dong dan terus berjalan.“ Mwo! “ Hye Mi menjawab dengan ketus dan berbalik. Namun didapatinya Sam Dong sedang tersenyum sambil melihat ke sekelilingnya. “ Apa kau masih ingat tempat ini? “ Hye Mi kini juga melihat sekelilingnya. “ Tempat ini… “ Hye Mi melihat Sam Dong. “ Ou!” Sam Dong tersenyum. Rupanya ini adalah tempat yang pernah mereka datangi delapan tahun lalu, saat Sam Dong mengantar Hye Mi ke sebuah kamar kecil dan mendengar nyanyian gadis itu untuk pertama kalinya di saat salju turun. “ Kau masih ingat lagu yang kau nyanyikan waktu itu? Hahaha…” Sam Dong tertawa. “ Jangan tertawakan aku lagi! Ah, sudahlah! “ Hye Mi terlihat kesal lagi. Tiba-tiba salju turun. Hye Mi melihat ke atas langit. Sam Dong berjalan mendekati gadis itu dan melepaskan syalnya. “ Pakai ini. ” Sam Dong mulai melingkarkan syal itu ke leher Hye Mi. Hye Mi hanya diam dan buru-buru membuang muka, menyembunyikan wajahnya yang kini mulai memerah. “ Kajja! “ Sam Dong menggandeng tangan Hye Mi. ” Aku tidak ingin kau terpeleset lagi seperti waktu itu. “ Sam Dong memalingkan wajahnya dari Hye Mi dan mulai berjalan dengan sebuah senyum kecil di bibirnya. Mereka berjalan menyusuri jalan setapak yang kini mulai tertutup oleh salju. Sam Dong tak mengetahui kalau Hye Mi kini menatapnya sedih.
***
Saat perjalanan pulang ke Seoul, Sam Dong dan Hye Mi kembali diam satu sama lain. Tentu saja karena mereka sekarang tengah berada di dalam mobil. Sam Dong terlihat agak canggung saat Hye Mi berada di sampingnya. Entah karena telah lama tidak bertemu, atau apa. Akhirnya karena merasa tidak bisa mengajak Hye Mi mengobrol sesuatu, Sam Dong memutuskan untuk tetap diam dan menyetir dengan serius. Tiba-tiba mobil Sam Dong berhenti. “ Mworago? Kenapa berhenti? “ Tanya Hye Mi. Sam Dong memutar-mutar kunci mobilnya, mencoba menyalakan lagi mesin mobilnya. “ Mollasseo, biar aku cek dulu. Kau tunggulah di sini. “ Hye Mi mengangguk. Sam Dong turun dan membuka mesin mobilnya. Tiba-tiba asap mengepul, Sam Dong batuk-batuk. “ Sial, ada apa dengan mobil ini? “ Sam Dong mengecek mesinnya. Sesaat kemudian, ia menghampiri Hye Mi. “ Hye Mi-ah, mianata, sepertinya kita harus naik kendaraan lain. “ Ucap Sam Dong sambil membukakan pintu Hye Mi. “ Keundae, kita harus naik apa? Ini sudah larut malam, tidak ada kendaraan yang akan lewat. “ Hye Mi lalu berdiri di belakang Sam Dong. “ Kita tunggu saja, mungkin masih ada kendaraan yang akan lewat. “ Sam Dong meraih tangan Hye Mi dan mengajaknya menunggu di pinggir trotoar.
***
“ Kau kedinginan? “ Tanya Sam Dong. Hye Mi menggeleng. Gadis itu lalu membenarkan posisi duduknya yang terasa tak nyaman karena dihimpit box-box besar. Box- box itu terlihat memenuhi bagian belakang mobil. Maklum saja, mereka berdua kini tengah menumpang di sebuah mobil barang yang sedang menuju ke Seoul. Mobil itu adalah mobil yang sedang melintas dan dihentikan oleh Sam Dong beberapa saat yang lalu. Beruntung si sopir adalah seorang paman yang baik hati yang mau memberikan tumpangan pada mereka. Plukk!!! Kepala Hye Mi tiba-tiba menyandar di bahu Sam Dong. Sam Dong terkejut. “ Hye Mi-ah..” Sam Dong menoleh dan didapatinya Hye Mi sedang tertidur. Sam Dong tersenyum lembut ke arah Hye Mi.
Dua jam kemudian, mereka sampai di rumah guru Kang. Namun Hye Mi masih tertidur pulas. Akhirnya Sam Dong menggendongnya ke dalam. Rumah guru Kang sudah terlihat sepi. Saat Sam Dong masuk, tiba-tiba lampu rumah menyala. Jin Gook terlihat keluar dan mendapati Sam Dong tengah menggendong Hye Mi. Melihatnya, Sam Dong meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya. “ Sstt! “ Katanya memberi isyarat pada Jin Gook untuk tidak bersuara karena Hye Mi sedang tertidur. Jin Gook melihatnya dengan sedikit cemburu. Sam Dong pun membawa Hye Mi masuk ke kamar Hye Mi dan meletakkan gadis itu di atas ranjang. Sebelum pergi, Sam Dong menyelimuti Hye Mi dan melepaskan syal gadis itu. “ Jal ja, Go hye Mi..”
***
Hye Mi membuka matanya. Ia melihat sekelilingnya. “ ini kamarku. “ Hye Mi melepas selimutnya dan turun dari ranjangnya. Matanya berhenti pada sebuah syal berwarna coklat di samping tempat tidurnya. Itu adalah syal milik Sam Dong. Hye Mi melihat syal itu sambil terdiam. Beberapa saat kemudian Hye Mi mengambil obat dari kotak obat di sudut kamarnya. Gadis itupun keluar.
***
Sam Dong baru saja selesai mandi dan sedang menaiki tangga. Guru Kang tiba-tiba melihatnya kaget. “ Sam Dong-ah, ada apa dengan wajahmu? Kau habis berkelahi ? “ Guru Kang lalu mendekati Sam Dong dan melihat wajahnya yang sedikit memar. Sam Dong mengelak dan berbohong pada guru Kang.“ Ah, gwenchanayeo. Haha.. mana mungkin aku berkelahi. Ini karena aku tadi terjatuh dari tempat tidurku. “ Sam Dong berusaha tertawa untuk membuat Guru Kang percaya padanya. Hye Sung tak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Jawaban Sam Dong membuat Hye Sung tertawa geli.“ Hahaha.. terjatuh dari tempat tidur? Kau itu sudah sebesar ini masih saja bodoh! “ Hye Sung lalu pergi ke dapur dan membantu nyonya Kang menyiapkan makanan. “ Sebaiknya cepat kau obati, bahaya kan kalau seorang K wajahnya memar begitu? “ Sam Dong mengangguk. “ Nae, akan segera aku obati. “ Guru Kang lalu pergi ke dapur, menghambur dengan istrinya dan Hye Sung. Sementara Sam Dong kembali menaiki tangga dan masuk ke kamarnya. Sam Dong lalu melihat ke cermin. “ Benar juga, ini cukup memar. “Sam Dong lalu melemparkan handuk di lehernya ke tempat tidur dan iapun duduk. “ Obat?“ Sam Dong melihat ke samping tempat tidurnya. Di atas meja kecilnya sudah ada beberapa obat. Sam Dong mengambilnya dan tersenyum. Ia berpikir pasti seseorang memang sengaja meletakkannya di sini. Selesai memakainya, Sam Dong turun dan tak sengaja berpapasan dengan Hye Mi.
***
Hye Mi sedikit menghindar saat Sam Dong memanggilnya. “ Hye Mi-ah, gomawoyeo! “ Sam Dong mendekati Hye Mi. “ Mworago? “ Hye Mi berusaha untuk tidak melihat mata Sam Dong dan hanya membelakanginya. “ Kau yang meletakkan obat ini di kamarku kan? ” Hye Mi tidak menjawabnya. “ Neo waegeurae, kenapa membelakangiku seperti itu? “ Sam Dong kecewa. “ Lukamu.. itu karena menolongku kemarin kan? Terima kasih, tapi setelah ini jangan lagi seperti itu. “ “ Apa karena kau akan merasa berhutang budi dan terbebani lagi karena ini? “ Sam Dong terlihat sedih. “ Dulu aku sudah pernah memohon padamu, agar jangan lagi muncul di hadapanku dan menolongku lagi apapun yang terjadi. Sekarang kumohon lakukan itu.” Hye Mi lalu pergi. Sam Dong masih terdiam di tempatnya. Hye Mi masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat. Hye Mi mengambil gantungan berbentuk hatinya. “ Mianhae.. Tapi kali ini jangan lagi terluka karena aku. “
***
Krieeet… Pintu balkon dibuka. Hye Mi terkejut. “ Hye Mi-ah ?” Terdengar suara Jin Gook.
“ Gook-ah. “ Jin Gook mendekat ke arah Hye Mi. “ Sedang apa kau di sini? “ Jin Gook menatap Hye Mi curiga.“ Aku sedang ingin sendirian saja. “ Jawab Hye Mi.“ Apa kau ada masalah dengan Sam Dong? “ “ Eobsseoyeo. “ Hye Mi mencoba berbohong. “ Aisshh, malhaebwa. Aku mau mendengarnya.“Akhirnya Hye Mi bersedia menceritakannya. “ Naega.. “
***
Handphone Sam Dong berbunyi. “ Yeobeosseyeo? “ Rupanya Pak Kim yang menelpon. “ Nae, manager. Ada apa anda menelpon saya? “ Sam Dong mendekat ke jendela kamarnya. “ K, kami terpaksa memajukan jadwal kegiatanmu selama di Seoul. “ Ucap Pak Kim. “ Wae? Bukankah aku masih punya waktu bebas sampai lusa? “ Sam Dong lalu membuka tirai jendelanya. “ Ou, tawaran untuk manggungmu sudah semakin banyak. Tapi kurasa kau masih bisa sedikit bersenang-senang saat pesta kepulanganmu.” Ucap Pak Kim lalu mulai menyebutkan jadwal kegiatan Sam Dong. Sam Dong sedikit tidak mendengarkannya karena suasana hatinya yang masih kurang baik. Ia lalu memandang ke luar jendela. Matanya tiba-tiba berhenti pada satu titik. Balkon rumah, tempat Hye Mi dan Jin Gook berdiri berdua. Ini membuat suasana hati Sam Dong semakin buruk. “Joesonghamnida, bisa kita bicarakan ini lain kali? “ Pak Kim yang mendengarnya sempat terkejut. “ Kurae, tapi ingat. Pesta kepulanganmu akan dilaksanakan besok malam. Kau kuizinkan mengajak guru dan teman-temanmu. Besok malam akan kusuruh Pak Jang menjemput kalian. “ Jelas Pak Kim. “ Nae, algesseumnida. “ Klikk!! Telepon ditutup. Sam Dong menunduk. Sesaat kemudian ia kembali meletakkan pandangannya ke arah balkon. “ Apa kau masih menyukainya?”
***
Esok malamnya, Sam Dong, Hye Mi, anggota Dream High lain, Hye Sung, Serta Guru Kang dan Guru Yang menunggu mobil jemputan mereka untuk pergi ke pesta penyambutan Sam Dong. Mereka tentu saja telah siap dengan gaun dan jas pesta mereka masing-masing. Beberapa menit kemudian mobil yang disopiri Pak Jang telah tiba. Sebuah mobil putih panjang yang terkesan mewah itu cukup membuat guru Kang dan Guru Yang melongo. “ Sam Dong-ah, mobil ini panjang sekali? Bahkan lebih panjang dari milik Tuan Yoshimoto dulu! “ Tanya Guru Kang takjub. Sam Dong hanya tertawa. Lalu semuanya masuk satu persatu ke dalam mobil itu. Diam-diam Sam Dong melirik Hye Mi. Malam itu Hye Mi tampak sangat cantik dengan gaun warna putihnya. Rambutnya tergerai dengan sebuah jepitan berbentuk bunga yang berkilau. Di lehernya bergantung indah sebuah kalung permata kecil yang juga berkilau-kilau. Tapi daripada keterpesonaannya itu, rasa kecewa Sam Dong pada Hye Mi lebih besar. Sam Dong berpaling dari Hye Mi. Saat di dalam mobil, Pil Suk memperhatikan Sam Dong. “ Hya Sam Dong-ah, kau kelihatan benar-benar keren! “ Katanya sambil mengacungkan jempol. Jason yang duduk di sampingnya terlihat sedikit cemburu. “Ou, padahal kau itu dulu sangat kampungan! “ ucap Jason. Pil Suk menyenggol lengan Jason sebagai isyarat untuk tidak berkata yang aneh-aneh. Hye Mi diam-diam melihat ke arah Sam Dong. Benar saja kata Pil Suk, Sam Dong memang terlihat sangat keren malam itu dengan kemeja hitam dan rambut stylishnya. Hal ini cukup membuat jantung Hye Mi berdegup kencang saat melihatnya. Namun sesaat kemudian Hye Mi membuang mukanya saat Sam Dong tiba-tiba sadar Hye Mi sedang melihatnya. Sam Dong lalu mengetahui kalau Hye mi memang sengaja membuang mukanya. Akhirnya Sam Dong megalihkan pandangannya ke arah Hye Sung yang sedang duduk manis di sebelah Jin Gook. “ Hye Sung-ah, niga neomu yeppeojji! “ Puji Sam Dong dengan nada sedikit menggoda. Hye Sung mencibir. “ Aku memang selalu cantik! Jangan coba-coba menggodaku, karena aku hanya menyukai Jin Gook oppa. Kurae, oppa? “ Hye Sung lalu tersenyum manis ke arah Jin Gook dan melingkarkan tangannya ke lengan Jin Gook. Baek Hee terlihat kesal dan melotot ke arah Hye Sung.“ Sudah, diamlah! Jangan lakukan hal yang aneh-aneh! “ Sergap Baek Hee kemudian. “ Waeyeo? “ Hye Sung melengos, enggan menanggapi ucapan Baek Hee dan justru malah semakin erat memegangi lengan Jin Gook. “ Hya~, aku ini gurumu! ” Baek Hee mulai jengkel. “ Iya, tapi itu saat di Kirin. Dan sekarang kita sedang ada di luar Kirin! “ Lama-lama Jin Gook tidak tahan dengan mereka berdua. “Sudahlah, kalian ini! Hye Sung, tolong lepaskan tanganku. “ Raut muka Jason juga terlihat jengkel pada Hye Sung. “ Hya~, kau seharusnya harus lebih menghormati gurumu! “ Guru Yang tertawa saat mendengar kata-kata Jason. “ Kau kira dulu kau menghormati gurumu?” Kata-kata Guru Yang terkesan menyindir Jason. Jason mendelik, Pil Suk memukulnya. Seisi mobil lalu menertawakan Jason.“ Kita sudah sampai. “ Pak Jang lalu menepikan mobilnya.
***
Puluhan wartawan langsung menyergap saat Sam Dong keluar dari dalam mobil. Di ambang pintu terlihat Tuan Kim yang sedang menunggu kedatangan Sam Dong dan rombongannya. Tuan Kim mempersilahkan mereka masuk. Para wartawan juga ikut berhamburan masuk. Malam ini Sam Dong memang menjadi satu- satunya pusat perhatian para wartawan. Setelah Sam Dong masuk, para wartawan langsung mewawancarainya atas kepulangannya ke Seoul. Tuan Kim tampak berdiri di sebelahnya untuk sedikit meredam para wartawan. Hye Mi mempehatikan kejadian itu dari kejauhan. Lalu Jin Gook datang sambil membawa minuman. “ I. “ jin Gook menyodorkan sebuah minuman pada Hye Mi. “ Gomawo. “ Hye Mi meminum minuman itu dengan sidikit malas. “ Kenapa kau terlihat tidak senang? “ Hye Mi menggeleng. “ Tidak, aku hanya tidak begitu suka keramaian yang seperti ini. “
“Kajja, kita keluar sebentar!“ Hye Mi Mengangguk. “ Hmm. “Mereka berdua lalu keluar.
***
Setelah lama diwawancarai, Sam Dong meminta izin untuk istirahat sebentar. Tuan Kim pun mengizinkannya mengingat memang sudah sedari tadi beliau tidak memberikan kesempatan bagi Sam Dong untuk minum atau menikmati pestanya. Akhirnya tuan Kim memohon para wartawan untuk menyudahi wawancara mereka. Sementara itu Sam Dong pergi ke toiliet. Di dalam toilet, Sam Dong mengambil kotak kecil yang berisi cincin yang bermaksud untuk diberikannya pada Hye Mi. “ Mungkin setelah ini aku tidak akan punya kesempatan lagi untuk memberikan ini. “ Sam Dong lalu menutup kotak kecil itu dan pergi mencari Hye Mi. Sam Dong bertanya pada Baek Hee. “ Di mana Hye Mi? “ Baek Heeberpikir sejenak. “ Tadi kurasa dia pergi keluar. “ Sam Dong lalu cepat-cepat keluar, berusaha menemukan Hye Mi. Saat di luar, Sam Dong samar-samar mendengar suara Hye Mi. Sam Dong pun berlari ke arah suara itu dan bermaksud menemui Hye Mi. Namun Sam Dong berhenti saat dilihatnya Hye Mi bersama Jin Gook sedang serius membicarakan sesuatu. “ Sebaiknya jangan paksakan dirimu. “ Terdengar suara Jin Gook. Sam Dong secara refleks bersembunyi di balik tembok.” Aku tidak ingin berada di sampingnya lagi.” Saat mendengar ucapan Hye Mi itu, Seakan beribu pisau menancap di hati Sam Dong. Air mata Sam Dong mulai terlihat di pelupuk matanya. Sam Dong menggenggam kotak kecil di tangannya erat-erat. Ia seakan sadar, bahwa maksud ucapan Hye Mi barusan adalah dirinya. Sam Dong berubah pikiran, ia kembali memutuskan untuk menyimpan cincin itu dan pergi dari tempat itu. Namun ia tak menyadari sebuah benda miliknya terjatuh. Sam Dong pergi sebelum sempat mendengar kata-kata Hye Mi berakhir. “ Aku tidak ingin dengan aku berada di sisinya, itu akan membuatnya terluka lagi seperti dulu.” Hye Mi menitikkan air mata. Jin Gook hanya mengelus rambut Hye Mi lembut. Wajah Jin Gook juga terlihat sedih. “ Jangan bersedih, jika kau begini aku juga merasa sedih. “
“ Gook-ah, kau kembalilah lagi ke pesta. Aku masih ingin sendirian. “ Kata Hye Mi kemudian. “ Ou. Kau jagalah dirimu. “Jin Gook pergi. Setelah beberapa saat berdiam diri, Hye Mi bangkit dan berjalan kembali ke gedung pesta. Tring!! Tiba-tiba kakinya menyaduk sesuatu. Karena gelap, Hye Mi tidak bisa begitu jelas melihat benda apakah itu. Hye Mi memungutnya. “ Ini? Kenapa ini bisa ada di sini?“ Hye Mi terkejut saat melihat kalung ‘K’ Sam Dong bisa terjatuh di situ. “ Sam Dong-ah! “ Hye Mi lalu cepat berlari ke gedung pesta dan berusaha menemukan Sam Dong. Karena ia pikir Sam Dong pasti baru saja dari tempat itu dan mendengar percakapannya dengan Jin Gook beberapa saat yang lau.
Setelah pergi dari tempat itu, Sam Dong langsung menemui Tuan Kim dan meminta izin untuk segera pulang. “ Kenapa kau buru-buru sekali mau pulang? Padahal setelah ini kau tidak akan bisa punya waktu untuk bersenang-senang lagi. Lusa kau sudah harus tampil live comebackmu dan besok kau harus latihan untuk persiapannya. Sudahlah, jangan buru-buru! “ Ucap tuan Kim memberi saran. “ Animida. Aku harus memindahkan barang-barangku dari rumah guruku.Maka dari itu, boleh aku minta kunci apartemenku sekarang? “ Akhirnya tuan Kim memberikan kunci apartemen Sam Dong. Sam Dong lalu buru-buru pulang. Sementara itu Hye Mi masih bingung mencari Sam Dong.
***
“ Baek Hee-ah, apa kau melihat Sam Dong? “ Hye Mi mencoba menanyakan keberadaan Sam Dong pada Baek Hee setelah lama mencari namun tak kunjung ditemukannya Sam Dong. “ Sam Dong-ah? Tadi kupikir dia bersamamu, karena tadi dia sempat bertanya padaku di mana kau. “ Tanpa mengatakan apapun lagi Hye Mi lalu pergi, mencoba mencari Sam Dong lagi. Sementara itu Sam Dong baru saja keluar dari gedung pesta dan pulang dengan mobil Tuan Kim. Tuan Kim sengaja meminjamkan mobilnya pada Sam Dong karena tau kalau Sam Dong tak membawa mobilnya sendiri saat berangkat ke pesta ini. Sementara Tuan Kim akan pulang dengan mobil yang di bawa Pak Jang nanti. Malam itu Sam Dong pulang ke apartemennya tanpa ke rumah Guru Kang lebih dulu. Kata-kata yang diucapkan Hye Mi masih terngiang di telinganya. Sam Dong melemparkan kotak kecil di tangannya. Setelah itu Sam Dong tertidur lelap.
***

Esok paginya, pagi sekali Sam Dong pergi ke rumah Guru Kang untuk mengemasi barang-barangnya. “ Sam Dong, ke mana saja kau semalam? Kau bahkan meninggalkan pestanya tanpa kami semua tau.“ Guru Kang segera menanyai Sam Dong begitu beliau membuka pintu rumahnya.
“Joesonghamnida, aku tidak mengatakan apapun pada guru. Tapi pagi ini aku datang untuk mengemasi barang-barangku. “ Sam Dong lalu masuk. “ Mworago, waegeurae? “ Guru Kang terlihat bingung. “ Pagi ini aku sudah harus latihan untuk persiapan comeback ku besok. Jadi mulai hari ini aku akan tinggal di apartemenku sendiri.“ Guru Kang lalu membiarkan Sam Dong naik ke kamarnya dan mengemasi barangnya. Setelah semua barang Sam Dong sudah dikemas, Sam Dong turun. Di bawah sudah ada Guru Kang dan istrinya serta Jin Gook. “ Sam Dong-ah, kenapa kau buru-buru sekali? “ Jin Gook terlihat sedikit sedih saat Sam Dong akan pergi. “ Aah, aku harus latihan untuk show comeback ku besok. “ Nyonya Kang juga terlihat sedih. “ Kau harus jaga dirimu, K! Kami akan selalu mendoakanmu. “ ucap Nyonya Kang. “ Nae, terima kasih atas bantuan kalian semua beberapa hari ini. Maaf, aku merepotkan kalian. “ Sam Dong menunduk hormat. guru Kang tersenyum. “ Apa kau tidak ingin menemui Hye Mi dulu baru pergi? “ tanya Jin Gook. Raut wajah Sam Dong berubah.“ Aniyeo, tolong sampaikan saja padanya.” Jin Gook terlihat sedikit kecewa dengan jawaban Sam Dong. “ Baiklah, aku akan pergi.“ Sam Dong lalu keluar dan masuk ke dalam mobilnya. “ Joshimhae! “ Kata Guru Kang sambil melambaikan tangannya. Mobil Sam Dong lalu berjalan meninggalkan rumah Guru Kang. “ Hya, apa tidak apa-apa kalau Hye Mi tidak mengetahui ini? “ Tanya Nyonya Kang. “ Mollasseo. “ Jawab Guru Kang, lalu masuk.
***
Siang itu Sam Dong berlatih di tempat latihannya bersama dua orang koreografer EMG yang mengajari koreografernya saat show comebacknya. Selain koreografi, Sam Dong juga melatih vokalnya untuk shownya besok. Namun di tengah latihannya, pikirannya tiba-tiba menjadi sedikit kacau karena ucapan Hye Mi malam itu. Hal itu membuat Sam Dong banyak melakukan kesalahan saat melakukan koreografi. “ Ada apa denganmu K? Koreomu banyak terdapat kesalahan!“ Salah satu koreografer sempat marah saat melihatnya. “Joesonghamnida, aku akan lebih sungguh-sungguh lagi. “ Sam Dong lalu mengulangi koreografinya dari awal.
***

“ Apa Sam Dong masih belum pulang juga? “ Hye Mi mulai cemas pada Sam Dong dan menanyakannya pada Guru Kang. “ Dia sudah pulang, tadi pagi sekali. “ wajah Hye Mi terlihat cerah.“ Di mana dia sekarang?“ tanya Hye Mi. “ Maksudku dia sudah pulang ke apartemennya sendiri. “ “ Mwo? Kenapa guru tak memberitahuku? “ Hye MI terlihat bingung. “ Dia bilang tolong sampaikan saja padamu. “ Hye Mi masih bingung. “ Kenapa dia pulang secepat itu? “
“ Katanya dia akan latihan untuk shownya besok. “ Hye Mi segera memakai jaketnya dan bersiap untuk pergi. “ Di mana apartemennya? “
***
Sam Dong menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Ia mengacak-acak rambutnya kesal.“ Kenapa aku bisa memikirkan hal itu di saat begini? Pikiranku jadi kacau begini. “ Sam Dong mencoba menenangkan dirinya. “ Yang penting aku harus bisa tampil maksimal besok. “ Sam Dong bermaksud meraih kalung ‘K’ nya yang ada di lehernya. Namun ia menyadari kalau benda itu telah hilang dari lehernya. “ Ke mana kalungku? “ Sam Dong mulai panik dan mencari kalungnya di sekitar tempat tidur.“ Tidak ada! Apa di tempat lain? “ Kalung itu tak ada di sekitar tempat tidurnya. Sam Dong lalu mencarinya ke seluruh sudut kamarnya. “ Tidak ada juga! Apa mungkin terjatuh saat aku latihan? “ Sam Dong lalu mengeluarkan mobilnya dan pergi ke tempat latihannya.
***
Hye Mi sampai di depan apartemen Sam Dong. Hye Mi lalu mengetuk pintunya pelan. Namun tak ada jawaban. “ Sam Dong, ini aku, buka pintunya! “ Tetap tak ada jawaban. “ Apa dia keluar? “ hye Mi lalu melihat kalung ‘K’ di tangannya.
***
Sam Dong mencari kalung ‘K’ miliknya ke setiap inci ruangan latihannya. Namun tetap saja, kalung itu tak ada di manapun. Sementara matahari mulai tenggelam. “ Di mana sebenarnya kalung itu? Apa terjatuh di rumah guru Kang? “ Sam Dong lalu pergi ke rumah guru Kang.
***
Sudah hampir empat jam HyeMi menunggu Sam Dong di depan rumahnya.
“ Neo oedie? “ Hye Mi lagi-lagi menatap kalung di tangannya. Akhirnya Hye Mi memutuskan untuk pulang.
***
Sam Dong pulang dari rumah Guru Kang dengan tangan hampa. Kalung itu juga tak ada di sana. Tapi beberapa saat lalu guru Kang mengatakan Hye Mi pergi menemuinya di apartemennya. Namun Sam Dong sengaja untuk tidak menemui gadis itu karena perasaannya yang masih kacau. Beruntung saat Sam Dong sampai di apartemennya, Hye Mi tidak terlihat ada di sana. Tentu saja, karena ini sudah larut malam.
***
Hye Mi pulang ke rumah Guru Kang. “ Kau sudah bertemu dengannya? “ tanya Guru Kang begitu melihat Hye Mi pulang. Hye Mi menggeleng. “ Aniyeo, apartemennya kosong. “ Guru Kang sedikit terkejut. “ Tadi dia kemari, katanya mencari barangnya yang ketinggalan. “ Kini ganti Hye Mi yang terkejut. “ Dia kemari? Kalau begitu aku akan ke sana! “ Guru Kang lalu mencegah Hye Mi. “ Hya~, ini sudah larut malam. Bahaya kalau wanita keluar malam-malam begini. Lagipula bukankah tidak baik kalau seorang wanita pergi ke rumah seorang pria malam-malam? “ Hye Mi akhirnya menurut pada ucapan guru Kang.
***
Konser Sam Dong baru akan dimulai. Tapi Sam Dong merasa sangat cemas akan kalungnya yang tiba tiba menghilang. “ K, kau baik-baik saja? Kau kelihatan aneh.“ Tuan Kim merasakan keanehan sedang terjadi pada Sam Dong. “ Animida. Aku hanya gugup saja, ini konser pertamaku setelah aku pulang dari Amerika. “ Sam Dong mencoba tersenyum untuk meyakinkan Tuan Kim. “ Do your best, K! “ kata Tuan Kim lalu menepuk bahu sam Dong memberikan semangat. “ Nae! “ Setelah itu Tuan Kim pergi. Sam Dong kembali cemas akan kalungnya. “ Tanpa kalung itu, apa aku akan berhasil untuk konser kali ini? “ Tangan Sam Dong gemetaran. “ Gwenchana, aku pasti bisa! ”
***
Hye Mi bersiap-siap untuk pergi. “ Mau ke mana kau? “ tanya Guru Kang. “ Aku akan menemui Sam Dong. “ Jawab Hye Mi lalu berjalan keluar. “ Untuk apa kau menemuinya? Dia sedang ada konser sekarang! “ Guru Kang mencoba mencegah Hye Mi. “ Aniyeo, seonsaeng. Aku harus pergi menemuinya, ini penting! “ Melihat Hye Mi yang bersikeras ingin pergi, Guru Kang akhirnya mengalah. “ Joha, tapi aku juga akan pergi denganmu. “ Keduanya lalu pergi ke tempat konser Sam Dong
***
Guru Kang dan Hye Mi telah sampai di gedung konser Sam Dong. Di luar gedung konser itu telah ramai dengan para penonton yang berdesakan masuk. Ini membuat guru Kang dan Hye Mi sulit untuk masuk. Akhirnya Guru Kang dan Hye Mi memutuskan untuk meminta izin pada penjaga agar diperbolehkan menemui K. Namun Si Penjaga tidak mengizinkannya dan malah menyuruh Guru Kang dan Hye Mi pergi. Akhirnya Guru Kang dan Hye Mi menunggu diluar bersama para penonton yang tidak bisa masuk karena kehabisan tiket “ Sebenarnya kenapa kau ingin sekali menemui Sam Dong? “ Guru Kang bertanya.“ Ighye.” Hye Mi menunjukkan kalung ‘K’ yang sedari tadi dibawanya pada Guru Kang. “ Kalung Sam Dong? Kenapa itu bisa ada padamu? “ Tanya Guru Kang. “ Itu tidak penting, sekarang bagaimana caranya kita masuk dan memberikan ini padanya sebelum konser dimulai? Ini adalah jimat baginya.”
***
Konser dimulai. Sam Dong berjalan perlahan ke atas panggung. Lampu- lampu di panggung yang tadinya menyala terang sekarang mulai meredup. Sesaat kemudian, lampu menyala. Dan Sam Dong telah berada di atas panggung bersama beberapa orang penari menarikan tarian pembuka. Seluruh penonton bersorak sorai meneriakkan nama K.
***

Sementara itu di luar gedung konser Hye Mi dan guru Kang masih belum bisa untuk masuk. “ Bagaimana ini, guru? Konsernya sudah dimulai. Aku takut tanpa kalung ini sesuatu akan terjadi pada Sam Dong! “ Hye Mi menggenggam kalung ‘K’ dengan gemetaran. “ Kita harus yakin, pasti dia akan baik-baik saja. “ Guru Kang berusaha untuk menenangkan Hye Mi.
***
Konser Sam Dong berlangsung meriah. Seluruh penonton tampak sangat antusias saat menyaksikan aksi K di atas panggung. Tiba di tengah-tengah lagu, K melakukan sebuah tarian solo dengan beberapa orang penari yang mengelilinginya. Gegap gempita penonton semakin keras. Sementara Sam Dong sendiri sebenarnya merasa was-was sebab kalungnya tak ada pada dirinya.Hingga sampai di akhir tarian solo, yaitu saat ia melakukan sebuah lompatan. Tiba-tiba konsentrasi Sam Dong hilang, entah pergi ke mana. Hal itu membuatnya terjatuh dan gagal melakukan lompatan itu. Sam Dong merintih kesakitan. Sontak tuan Kim dan para Kru menuju ke arahnya dan segera menolongnya. Sam Dong mengalami cedera. Para kru langsung melarikannya ke rumah sakit, sementara tuan Kim memberikan sebuah pidato singkat dan meminta pengertian pada penonton tentang keadaan K.
***
Di luar, para penonton yang kehabisan tiket terlihat ramai dan bingung sendiri membicarakan keadaan di dalam gedung konser. “ Ada apa ini? Kenapa mereka bingung seperti itu? “ Tanya Guru Kang yang juga ikut-ikutan menjadi bingung. Tiba-tiba terdengar suara mobil ambulans yang ternyata adalah untuk membawa Sam Dong ke rumah sakit. “ Hya~, ada apa itu? Kenapa ada ambulans? “ Tanya Guru Kang. Samar-samar Hye Mi melihat Sam Dong sedang dimasukkan ke dalam ambulans itu. “ Sam Dong-ah! “Hye Mi cepat-cepat memanggil guru Kang. “ Saem, kita harus mengikuti ambulans itu. Mereka sedang membawa Sam Dong! “ Guru Kang terkejut. “ Mworago? “
***
Guru Kang dan Hye Mi mengikuti ambulans yang membawa Sam Dong ke rumah sakit. Setelah sampai, Sam Dong segera di bawa ke ruang gawat darurat. Para medis segera menangani Sam Dong. Tuan Kim dan staf EMG lain menunggu di luar. Tuan Kim tidak mengizinkan para wartawan untuk mengekspos tentang keadaan K yang sekarang. Sebab itu beliau menyuruh anak buahnya mengurus para wartawan. Sementara itu, Hye Mi dan Guru Kang sampai di rumah sakit. Ketika akan mendekati tuan Kim, staf EMG menghentikan mereka. Namun setelah akhirnya guru Kang mengatakan mereka adalah keluarganya, staf tersebut mengizinkannya. Guru Kang menanyakan keadaan Sam Dong pada Tuan Kim, sementara Hye Mi hanya terdiam dengan mata berkaca-kaca. Beberapa saat kemudian, pintu ruang gawat darurat dibuka. Dokter mengatakan cedera yang dialami Sam Dong tidak parah, namun selama beberapa hari Sam Dong harus beristirahat untuk sementara waktu dari semua kegiatannya sebagai seorang penyanyi.
***
Saat Tuan Kim masuk ke ruangan Sam Dong, Guru Kang dan Hye Mi juga ikut masuk. Tuan Kim menanyakan keadaan Sam Dong. Sesaat kemudian Hye Mi mendekati Sam Dong sambil menangis. Guru Kang lalu mengajak Tuan Kim keluar. Mengetahui Hye Mi ada di depannya, Sam Dong hanya diam dan tidak mengatakan apapun. “ Sam Dong-ah, neo gwenchana? “ Mendengarnya Sam Dong membuang mukanya sedih, enggan menatap Hye Mi. “ Kenapa kau datang ke sini? “ Sam Dong masih merasa kecewa pada Hye Mi. Hye Mi menyadari kesalahan yang telah dilakukannya pada Sam Dong. “ Sam Dong-ah, mianhae. Aku tau kau pasti sangat membenciku. “ Hye Mi memeluk Sam Dong. Sam Dong kelihatan terkejut. “ Hye Mi-ah, kumohon jangan berbuat begini. Aku tidak ingin kau merasa terbebani lagi karena aku. “ Sam Dong melepaskan pelukan Hye Mi. Hye Mi menangis semakin keras.” Mianhae, aku benar- benar minta maaf, aku sudah membuatmu kecewa padaku. Aku sungguh jahat. “ Sam Dong mulai menitikkan air mata.“ jebal, jika kau memang sungguh-sungguh tidak bisa menyukaiku, tolong jangan mendorongku seperti itu. Karena itu rasanya sangat menyakitkan. “ Hye Mi hanya diam dan terus menangis. “ Dari dulu kau tidak pernah sekalipun melihat ke arahku. Tapi aku lakukan semua yang aku bisa untukmu, agar kau bisa sedikit saja berpaling padaku. Aku telah mengorbankan segalanya untukmu. Tapi kau justru hanya bisa melihat Jin Gook. Aku pikir dulu kau akan mencegahku untuk tidak pergi ke Amerika. Tapi kau justru menyuruhku pergi dan jadi lebih hebat. Sekarang aku sudah hebat, aku sudah menjadi yang nomor satu. Aku sudah sampai sejauh ini untukmu. Apa kau tidak tau, selama delapan tahun ini aku berharap agar kau bisa menyukaiku. Apa masih belum cukup waktu delapan tahun ini untukku agar bisa membuatmu menyukaiku? “ Air mata Sam Dong bercucuran. “ Aku tidak ingin kau melindungikulagi seperti itu, aku tidak ingin kau terluka lagi karena aku.” Ucap Hye Mi sambil terisak. “ Kenapa, kenapa kau lakukan itu? Apa karena kau kasihan padaku, atau karena kau suka padaku? “ Nada suara Sam Dong terdengar tegas. Hye Mi diam beberapa saat. “ Tidak keduanya. “ Hye Mi mengeluarkan kalung ‘K’. Sam Dong terlihat makin sedih. Beberapa saat kemudian Hye Mi mengalungkan kalung itu ke leher Sam Dong. “ Karena aku mencintaimu. “ Hye Mi tersenyum ke arah Sam Dong. Senyumannya terlihat begitu tulus. Sam Dong memandang Hye Mi tak percaya. Sam Dong lalu memeluk Hye Mi. “ Nado. “ Keduanya tersenyum bahagia. Guru Kang yang melihat kejadian itu dari luar juga tersenyum bahagia.
***
Setelah beberapa hari beristirahat dari aktivitasnya sebagai penyanyi, untuk kedua kalinya akhirnya konser comeback Sam Dong kembali diulang setelah ia sembuh dari cederanya. Sam Dong telah berlatih lebih keras untuk konsernya yang kali ini. Tentu saja dengan kalung ‘K’ yang kini telah kembali ke tangannya. Saat konser, Hye Mi, guru Kang, dan anggota Dream High lain mendapatkan sebuah kursi istimewa untuk menonton konser Sam Dong kali ini. Kursi untuk mereka adalah kursi istimewa yang terletak di barisan paling depan, sehingga bisa leluasa saat menonton konsernya. Konser berlangsung sangat meriah. Seluruh penonton terlihat sangat antusias dan terhibur dengan pertunjukan yang dilakukan oleh Sam Dong. Di akhir lagu, tiba-tiba lampu konser mati beberapa saat. Hal ini membuat seluruh penonton termasuk Guru Kang dan anggota Dream High terkejut. Para penonton lalu terdengar gaduh. Tiba- tiba lampu menyala kembali. Sam Dong terlihat berdiri di atas panggung dengan sebuah kemeja lengkap dengan dasi yang rapi. Seluruh penonton semakin heran akan apa yang terjadi. Sam Dong tersenyum ke arah penonton. “ Maaf karena telah membuat kalian semua terkejut.” Gegap gempita penonton kembali terdengar. “ Saya akan menyanyikan sebuah lagu terakhir. Lagu ini adalah lagu yang saya ciptakan pertama kali saat masih berada di bangku sekolah. Tapi sebelum itu.. “ Sam Dong lalu turun dari panggung dan berjalan ke arah Hye Mi Seluruh penonton kembali terkejut. Lampu di pangung menyorot ke arah mereka berdua. Tentu saja tak hanya penonton yang terkejut, Hye Mi kini justru lebih terkejut lagi. “ Maaf membuatmu terkejut. Kumohon ikutlah aku ke atas panggung. “ Sam Dong mengulurkan tangannya sopan. Hye Mi terlihat malu-malu. Apalagi karena kini semua mata sedang tertuju ke arah mereka berdua. Hye Mi lalu memberikan tangannya. Sam Dong lalu mengajaknya naik ke atas panggung. “ Sam Dong-ah, apa yang kau lakukan? Kau tidak akan membuatku malu lagi dengan menyuruhku memakai karung beras seperti waktu itu kan? “ Hye Mi berbisik pada Sam Dong. Sam Dong hanya tersenyum lembut. “ Ou, mungkin aku akan membuatmu malu sekali lagi. Tapi kali ini aku tidak akan menyuruhmu memakai karung beras.” Sam Dong lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sakunya. Ia lalu mengambil keluar sebuah cincin berwarna perak yang sedari dulu ingin diberikannya pada Hye Mi. “ Tapi aku akan menyuruhmu memakai ini. “ Sam Dong mengeluarkan cincin itu dan memakaikannya ke jari manis Hye Mi. Hye Mi merasa terharu saat Sam Dong melakukan hal itu. Namun kemudian gadis itu tersenyum bahagia. “ Ini adalah lagu pertamaku yang tidak mungkin akan kunyanyikan tanpa dirimu. “ Sam Dong tersenyum, senyuman yang sama dengan yang ditunjukkannya saat pertama kali menyanyikan lagu pertamanya dengan Hye Mi dulu. Lalu musik mengalun, yang ternyata dimainkan oleh Guru Yang dan Guru Kang. Mereka berduapun menyanyi bersama.

“ Maybe You’re the one, Maybe ojjeomyeon
Ojjeomyeon niga, Naega gidari banjeongin geonjhi
Maybe it is true, eonjena neomu gakkai isseoseo
Mollasseonabwa baby I’m in love with you….”


Lagu selesai. Penonton bertepuk tangan meriah. Semua guru dan anggota Dream High lainnya terlihat bahagia melihat Sam Dong dan Hye Mi. Sam Dong dan Hye Mi lalu menunduk memberi hormat pada penonton. Mereka lalu menatap satu sama lain. Sam Dong mengangkat tangan kanannya, mengajak Hye Mi ber- High Five. Hye Mi menepuk tangan Sam Dong, menyambut high five-nya. Namun tentu saja kesempatan itu tak disia-siakan Sam Dong. Karena begitu Hye Mi menyambut high five-nya, dengan cepat Sam Dong mendaratkan sebuah kecupan di pipi Hye Mi. Hye Mi menatap Sam Dong shock. “ Mwo? Kali ini kau tidak akan membunuhku kan? “ Sam Dong tertawa lebar dan merangkul pundak Hye Mi menghadap ke arah penonton. Keduanya tersenyum bersama-sama.



=END=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar